Angan Yang Tertinggal
Dalam suasana yang berbeda
aku berdiri ditengah derasnya Hujan yang membasahi tubuh ini, mencoba mengingat
semua kenangan yang pernah terjadi dalam kehidupanku, semakin deras, tubuh ini
mulai terasa kaku, namun aku tak mengigat satupun kenangan yang pernah
membuatku tersenyum, apakah aku telah hilang ingatan? Apakah penyakit ini telah
merenggut semua kenanganku? Apakah momoriku sudah tak berfungsi? Ataukah tuhan
telah menyuruhku untuk membuat kenangan baru yang lebih indah untuk aku kenang?
“Itu tidak mungkin !”, kataku dalam benak!!!
.
Kumencoba dan
kupaksakan ingatan untuk mengembalikan satu kenangan terindah yang pernah membuatku merasa menjadi
manusia paling bahagia sedunia, seiring deras hujan senyuman diwajahku terlihat, kuingat satu kenangan yg paling
indah, yang mungkin pernah terjadi sepanjang perjalanan hidupku, kuingat saat
dirinya mengatakan kata cinta pada diriku, namun aku tersadar tenyata itu
hanya angan yang selalu menjadi harapan hati yang tak pernah terjadi dan kini
hanya itu yang tersisa dalam ingatan.
Dan saat kubuka
mata aku telah terbaring dirumah sakit, disampingku ada 3 orang namun aku tak tahu
mereka siapa, aku bertanya siapa mereka dan ia mengatakan mereka adalah sahabat
aku dan salah satu dari mereka
mengatakan dirinya adalah orang yang selama ini aku kagumi, namun aku
tak mengigatnya sedikitpun tentang mereka, kulihat air mata penyesalanya
menetes, lalu ia meminta maaf karena selama ini ia telah mengabaikahanku, dan
untuk pertama kalinya ia mengatakan kata cinta pada diriku, namun itu telah
terlambat dan hanya sia-sia karena aku
tak lagi mengenal dirinya.
Hanya wajah
kebingunan yang kuhadirkan bukan rasa bahagia seperti dahulu yang selalu
kukhyalkan. Andai saja aku tak hilang ingatan mungkin aku sangat kecewa pada
dirinya.
Komentar
Posting Komentar